Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Sukoharjo, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019.  Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menembak mati terduga teroris berinisial MJI alias IA (22) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, MJI ditembak lantaran melawan petugas saat hendak ditangkap.

    "Yang bersangkutan menggunakan senjata tajam ketika melawan, sehingga dilakukan penindakan terarah dan terukur," kata Argo saat dikonfirmasi pada Ahad, 12 Juli 2020.

    MJI sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Umum Pusat Kariadi Semarang, tetapi ia meninggal pada 11 Juli 2020 sekitar pukul 17.20 WIB.

    MJI, dari pengembangan penyidikan Densus 88, memiliki keterkaitan dengan Karyono Widodo, pelaku penyerang Wakil Kepala Kepolisian Resor Karanganyar di Tawangmangu pada 21 Juni lalu.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.