Metode Belajar Madrasah Disesuaikan Kondisi Zona Daerah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah menunjukan proses belajar mengajar dari rumah dengan cara daring yang diberikan sekolah di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Selasa 17 Maret 2020. Sejumlah Pemerintah Provinsi mengeluarkan instruksi untuk proses belajar mengajar dari jauh untuk semua tingkat pendidikan hingga dua minggu ke depan, Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah menunjukan proses belajar mengajar dari rumah dengan cara daring yang diberikan sekolah di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Selasa 17 Maret 2020. Sejumlah Pemerintah Provinsi mengeluarkan instruksi untuk proses belajar mengajar dari jauh untuk semua tingkat pendidikan hingga dua minggu ke depan, Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama memastikan madrasah akan memulai tahun ajaran 2020/2021 pada Senin, 13 Juli 2020. Namun metode pembelajarannya akan dilakukan sesuai kondisi zona daerahnya.

    Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi atau kabupaten/kota dapat menyetujui madrasah melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan beberapa syarat yang harus terlebih dulu dipenuhi. Persyaratan itu adalah berada di zona hijau, sudah memenuhi persyaratan sesuai SK Bersama 4 Menteri, serta disetujui Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 setempat.

    "Namun, harus tetap menerapkan protokol Kesehatan. Kanwil Kemenag Provinsi memberikan persetujuan untuk Madrasah Aliyah (MA). Kakankemenag Kab/Kota untuk MTs dan MI," ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar, dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 Juli 2020.

    Jika daerah madrasah masuk ke zona selain hijau, Umar mewajibkan madrasah tersebut melakukan proses pembelajaran secara daring dari rumah, menggunakan teknologi.

    Pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik Tahun 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB tertanggal 15 Juni 2020 ini ditandatangani oleh Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri.

    SKB ini antara lain mengatur bahwa pemerintah melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 telah menetapkan Zona Hijau, Kuning, Oranye, dan Merah pada seluruh wilayah Kab/Kota di Indonesia. Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021 tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

    Ketentuannya, satuan pendidikan yang berada di daerah Zona Hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai kewenangannya berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan COVID- 19 setempat.

    "Pada bulan pertama, pembelajaran tatap muka hanya dapat diberlakukan untuk MTs dan MA saja. Untuk MI, dapat diberlakukan sebulan berikutnya jika statusnya masih Zona Hijau," ujar Umar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.