TNI AD Diminta Selidiki Kasus Siswa Secapa AD Kena Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang utama Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 telah ditemukan yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. TEMPO/Prima mulia

    Gerbang utama Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 telah ditemukan yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, JakartaPengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati mengatakan pimpinan TNI Angkatan Darat harus menyelidiki penyebab 1.280 personel di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung, Jawa Barat, positif Covid-19.

    "Menurut saya pihak pimpinan TNI AD harus menyelidiki embrio, sehingga bisa didapati ribuan siswa prajurit terkena Corona di Secapa," kata Susaningtyas, di Jakarta, Ahad, 12 Juli 2020.

    Menurut dia, kedisiplinan dan kepatuhan pimpinan dan siswa Secapa dalam melaksanakan protokol kesehatan harus pula ditelisik, sudah benar atau belum. "Evaluasi pimpinan Secapa adalah sebuah keniscayaan," kata wanita yang biasa disapa Nuning ini.

    Dia menyarankan pusat pendidikan TNI-Polri menerapkan kuliah daring. Metode pembelajaran jarak jauh dinilai menjadi alternatif model pendidikan di masa pandemi Covid-19.

    "Memang kuliah video conference, saat ini menjadi jalan keluar. Tetapi dalam pendidikan TNI/Polri, ada mata pelajaran atau perkuliahan yang menuntut tatap muka," kata Nuning.

    Kasus penyebaran Covid-19 di Secapa AD harus menjadi perhatian, walaupun TNI sudah memiliki aturan resmi menyikapi Covid-19.

    Sejak Covid-19 mulai mewabah, lanjutnya, pemerintah telah memberikan instruksi agar setiap lembaga negara dan instansi pemerintah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk TNI dan jajarannya.

    Nuning menjelaskan satuan-satuan TNI telah disiagakan untuk prosedur pencegahan penularan kepada prajurit TNI dan pegawai negeri sipil (PNS), beserta keluarga.

    Upaya reguler selama ini adalah pemeriksaan kesehatan berkala untuk perwira dan PNS sederajat sebanyak dua kali per tahun. "Dan Bintara, Tamtama, serta PNS sederajat satu kali per tahun," jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.