Alasan Munaslub Partai Berkarya Tunjuk Muchdi Pr Jadi Ketua Umum

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komandan Kopassus TNI Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Mantan Komandan Kopassus TNI Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Berkarya mendapuk Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono sebagai ketua umum partai menggantikan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Muchdi Pr sebelumnya merupakan wakil ketua umum di partai tersebut.

    Ketua panitia Munaslub Berkarya, Badaruddin Andi Picunang mengatakan penunjukan Muchdi didasari keinginan untuk merevitalisasi marwah partai menjadi lebih baik. "Selama ini pengelolaannya tidak terlalu baik menurut teman-teman kader dan cenderung vakum," kata Badaruddin kepada Tempo, Ahad, 12 Juli 2020.

    Badaruddin mengatakan, Munaslub Berkarya yang terjadi Sabtu, 11 Juli 2020 adalah puncak kejenuhan para kader yang menunggu arahan dari pimpinan pusat. Selama dua tahun terakhir mereka menantikan petunjuk bagaimana menjalankan organisasi yang baik.

    Namun menurut Badaruddin, tak ada arahan dari Tommy Soeharto selama ini. Bahkan putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu juga tak melakukan evaluasi atas hasil Pemilu 2019. "Tidak ada rapat-rapat," ujar Badaruddin.

    Barulah ketika Badaruddin cs membentuk Presidium Penyelamat Partai Berkarya pada Maret lalu, kubu Tommy segera menggelar rapat pleno dan rapat pimpinan nasional. Meski begitu, ia menyebut rapimnas itu tak sesuai mekanisme partai.

    Dalam rapat pleno yang digelar Rabu lalu, 8 Juli 2020, Tommy mengatakan akan mencabut keanggotaan dan mencopot kader yang ingin menggelar Munaslub. Kemarin, Tommy dan Sekretaris Jenderal Berkarya Priyo Budi Santoso juga mendatangi lokasi Munaslub di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

    "Kami ini dianggap ilegal dan merasa mereka sudah memecat kami. Padahal memecat itu kan ada mekanisme hukum," kata Badaruddin, yang oleh Munaslub didapuk menjadi Sekretaris Jenderal.

    Munaslub Partai Berkarya kemarin juga menghasilkan sejumlah poin putusan lain. Di antaranya mengubah nama dan logo partai menjadi Beringin Karya (Berkarya) sesuai akta pendirian 5 Mei 2016, menyatakan dukungan kepada pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, hingga meminta kepada negara agar Soeharto dinobatkan sebagai pahlawan nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.