Kapolri Beri Penghargaan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Malang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) tiba untuk mengikuti Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) tiba untuk mengikuti Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, JakartaKapolri Jenderal Idham Azis memberikan apresiasi kepada Komisaris Sutiono, selaku Ketja Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 untuk daerah Malang, Jawa Timur. Idham bahkan berjanji memberikan hadiah karena melihat Sutiono berdedikasi tinggi.

    Apresiasi dan janji itu Idham utarakan secara langsung kepada Sutiono melalui video call. "Saya ucapkan selamat. Nanti kamu dan tim kamu itu lapor ke Kapolresta, dan dari Kapolresta langsung ke Kapolda. Apa yang akan diinginkan, akan difasilitasi dan salam buat teman teman yang lain," kata Idham pada Ahad, 12 Juli 2020.

    Idham juga menyuruh Sutiono memberikan data berisikan nama-nama anggota yang juga akan diberikan penghargaan dan hadiah.

    Sutiono mengaku terkejut dan merasa senang dengan atensi yang diberikan Idham. "Kami tidak pernah berpikir sama sekali akan mendapatkan apresiasi, karena saya dan tim selalu bekerja dengan ikhlas," kata dia.

    Tim ini awalnya dibentuk untuk memberikan pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 kepada anggota dan masyarakat. Namun, lantaran semakin banyaknya korban, tim kemudian turun tangan membantu seluruh proses pemakaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.