Malas Pakai Masker Jadi Faktor Tingginya Kasus Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menggunakan pelindung wajah dan masker serta menerapkan jaga jarak fisik ketika berkeliling melihat satwa saat pembukaan era baru pariwisata Bali di kebun binatang Bali Safari, Gianyar, Bali, Kamis, 9 Juli 2020. Pembukaan pariwisata di Bali akan dilakukan secara bertahap yaitu untuk warga lokal pada 9 Juli, kemudian direncanakan akan dibuka bagi wisatawan domestik pada 31 Juli dan wisatawan asing pada 11 September 2020. Johannes P. Christo

    Pengunjung menggunakan pelindung wajah dan masker serta menerapkan jaga jarak fisik ketika berkeliling melihat satwa saat pembukaan era baru pariwisata Bali di kebun binatang Bali Safari, Gianyar, Bali, Kamis, 9 Juli 2020. Pembukaan pariwisata di Bali akan dilakukan secara bertahap yaitu untuk warga lokal pada 9 Juli, kemudian direncanakan akan dibuka bagi wisatawan domestik pada 31 Juli dan wisatawan asing pada 11 September 2020. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebut tidak disiplinnya masyarakat menggunakan masker adalah salah satu faktor penyumbang tingginya kasus Covid-19 di Indonesia.

    "Ini menjadi penting. Oleh karena itu, kami ingatkan kembali gunakan masker yang nyaman," ujar Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Youtube BNPB, pada Sabtu, 11 Juli 2020.

    Menurut Yurianto, kebanyakan masyarakat menggunakan masker kain yang berbahan tebal sehingga menekan hidung dan membuat tak nyaman. Akibatnya orang yang menggunakan kerap melepasnya.

    "Buat lah desain yang baik agar tidak menutup hidung dan mulut secara ketat. Apakah itu masker kain, masker kertas, masker bedah, dan sebagainya," kata Yurianto.

    Berdasarkan catatan kasus Covid-19 hingga 11 Juli, Indonesia memiliki 74.018 kasus terkonfirmasi positif. Adapun untuk kasus sembuh mencapai 34.719 dan kasus meninggal sebanyak 3.535.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.