Nadiem Makarim Akan Ubah Kepala Sekolah Jadi Super Mentor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Sekolah SMPN 4 Bawang, Mulud Sugito (kanan) dan guru Wiyata Bhakti melewati aliran sungai saat mengantar lembar tugas siswa secara langsung ke rumahnya di Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, 2 Juni 2020. Keterbatasan fasilitas internet di daerah pedesaan ini, membuat para guru harus rela antar jemput tugas kepada anak didiknya. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    Kepala Sekolah SMPN 4 Bawang, Mulud Sugito (kanan) dan guru Wiyata Bhakti melewati aliran sungai saat mengantar lembar tugas siswa secara langsung ke rumahnya di Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, 2 Juni 2020. Keterbatasan fasilitas internet di daerah pedesaan ini, membuat para guru harus rela antar jemput tugas kepada anak didiknya. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan konsep kepala sekolah di Indonesia bakal berubah. Hal ini dalam rangka meningkatkan kualitas para guru.

    "Konsep kepala sekolah baru kami adalah bukan kepala logistik atau operasi, tapi kepala peningkatan kualitas mutu guru. Dia adalah super mentor di masing-masing sekolah," katanya Nadiem Makarim dalam program Ini Budi: Reformasi Pendidikan Mas Menteri di Masa Pandemi yang ditayangkan di akun YouTube Tempodotco, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Kepala sekolah dengan kualifikasi super mentor ini bisa didapatkan lewat program Guru Penggerak. Program ini akan mencari bibit-bibit guru berkualitas yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mentoring. Mereka yang terpilih akan disiapkan untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan pengajar di sekolah pelatihan guru di masa depan.

    Nadiem menuturkan konsep ini belum terjadi di Indonesia dan banyak negara lain. Namun di negara-negara dengan kualitas pendidikannya yang lebih baik, tugas utama kepala sekolah adalah membina guru bukan sekadar mengurusi masalah keuangan atau administratif.

    Ia menjelaskan untuk meningkatkan kualitas guru Indonesia tidak bisa menggunakan cara lama yang hanya mengumpulkan mereka di satu tempat, diberikan seminar, lalu pulang ke rumah masing-masing. Satu-satunya cara untuk mengangkat kualitas guru harus ada sosok pemimpin yang bisa membimbing dan menginspirasi di sekolah.

    Nadiem Makarim mengatakan Kemendikbud akan melakukan rekrutmen nasional dengan skala besar untuk menemukan bibit-bibit guru berkualitas ini. Program Guru Penggerak terbuka untuk semua guru baik yang berstatus PNS, guru swasta, maupun honorer.

    "Kami gak melihat dari umur, status, PNS atau apa saja, yang penting adalah kualitas dan passion-nya dia apa. Minat di dalam hati dia apa, apakah akan selalu mengutamakan anak," kata Nadiem Makarim.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.