Cari Guru Berkualitas, Nadiem Makarim Buat Program Guru Penggerak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan akan mencari bibit-bibit guru berkualitas yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mentoring lewat program Guru Penggerak. Mereka yang terpilih akan disiapkan untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan pengajar di sekolah pelatihan guru di masa depan.

    "Kami akan melakukan proses nasional, identifikasi, seleksi, rekrutmen nasional, dengan skala besar untuk memilih bibit pemimpin masa depan sistem pendidikan kita," katanya dalam program Ini Budi: Reformasi Pendidikan Mas Menteri di Masa Pandemi yang ditayangkan di akun YouTube Tempodotco, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Nadiem menganalogikan guru penggerak ini seperti pasukan elite Korps Kopassus di TNI AD. Guru penggerak, kata dia, adalah mereka yang tidak hanya baik di kelas melainkan memiliki hasrat untuk melakukan perubahan di luar kelas. Mereka juga harus memiliki kemauan untuk membimbing dan memimpin guru lain di sekitarnya. "Jadi kami akan mencari baik dari guru swasta, PNS, atau guru honorer bibit-bibit terbaik," ucap dia.

    Nadiem menjelaskan untuk meningkatkan kualitas guru Indonesia tidak bisa lagi menggunakan cara lama yang hanya mengumpulkan mereka di satu tempat, diberikan seminar, lalu kembali ke rumah masing-masing. Satu-satunya cara untuk mengangkat kualitas guru adalah harus ada sosok pemimpin yang bisa membimbing dan menginspirasi di sekolah.

    Konsekuensi dari program ini adalah konsep kepala sekolah yang selama ini dikenal akan berubah. "Konsep baru kami adalah kepala sekolah yang bukan kepala logistik atau operasi tapi kepala peningkatan kualitas mutu guru. Dia adalah super mentor di masing-masing sekolah," tuturnya.

    Nadiem Makarim menargetkan di akhir periode Kabinet Indonesia Maju program ini bisa menghasilkan ratusan ribu guru penggerak di Indonesia.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.