KPU Jelaskan Nasib Penyelenggara Pemilu yang Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat, 28 Februari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat, 28 Februari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Arief Budiman, mengatakan para petugas yang dinyatakan positif Covid-19 akan digantikan. Menurutnya KPU tidak ingin mengambil resiko dengan mempertahankan petugas yang dinyatakan positif.

    "Kalau dia positif kami gantikan dengan penyelenggara lain. Kami tidak mau berisiko, dan kami tidak tahu sampai kapan (sembuh dari Covid-19)," kata Arief dalam diskusi daring bersama Rumah Pemilu, Jumat 10 Juli 2020.

    Sementara itu, bila penyelenggara diminta melakukan isolasi selama 14 hari, maka akan tugasnya akan dialihkan kepada penyelenggara lain.

    Arief menggambarkan, bila ada satu dari tiga orang petugas yang diminta untuk isolasi diri, maka tugasnya akan dibebankan kepada dua rekannya yang lain.

    "Kata kuncinya masih bisa atau tidak (bertugas). Kalau tidak bisa, digantikan. Tapi kalau masih bisa dilaksanakan dengan orang yang tersisa, maka masih bisa dijalankan oleh penyelenggara yang tersisa," kata Arief Budiman soal petugas terpapar Covid-19.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.