300 Orang Positif Covid-19 di Klaster Industri Semarang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kristanto menjemur baju di markas BPBD Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juli 2020. Isolasi diri dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di keluarganya dan lingkungan tempat tinggalnya. ANTARA/Yusuf Nugroho

    Relawan Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kristanto menjemur baju di markas BPBD Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juli 2020. Isolasi diri dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di keluarganya dan lingkungan tempat tinggalnya. ANTARA/Yusuf Nugroho

     TEMPO.COSemarang - Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, ratusan orang dinyatakan positif Covid-19 di klaster industri di Kota Semarang. Penularan itu terjadi di tiga industri. 
     
    Kluster ini pertama kali terdeteksi melalui laporan salah satu perusahaan, yang memiliki karyawan reaktif setelah mengikuti rapid test.
    Ternyata setelah ditelusuri, jumlah karyawan yang positif Covid-19 mencapai ratusan. "Kurang lebih 300-an dari total yg positif di 3 perusahaan itu," kata Hakam pada Jumat, 10 Juli 2020.
     
    Menurut dia, sebagian besar karyawan yang positif Covid-19 itu merupakan orang tanpa gejala. Kini mereka menjalani karantina di rumah, tempat isolasi milik pemerintah, dan tempat isolasi milik perusahaan. "Kondisinya saat ini sudah ada yang sembuh," kata dia. "Update Kamis kemarin sekitar 35 orang sembuh."
     
    Hakam menduga tingginya penularan di klaster ini lantaran protokol kesehatan di tiga industri itu tidak berjalan baik. Seperti ketika waktu istirahat kerja tidak diterapkan aturan menjaga jarak yang ketat. Kini ketiga industri itu ditutup sementara.
     
    Namun, Hakam tidak menyebut nama perusahaan klaster penularan Covid-19 itu. "Ada beberapa faktor dengan mempertimbangkan dampak sosial budaya dan ekonomi," ucap dia. "Fokus kita bagaimana klaster ini bisa segera ditangani."
     
    Menanggapi munculnya klaster ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memerintahkan bupati dan wali kota di wilayahnya untuk membentuk gugus tugas khusus kawasan industri. "Untuk membereskan seluruh tata kelola di sana," kata Ganjar.
     
    Dia meminta protokol kesehatan di kluster industri di Jawa Tengah itu segera diperbaiki. Bagi yang telah dinyatakan positif, sebut Ganjar, harus segera ditangani. "Saya minta dalam minggu ini semuanya sudah diperbaiki," sebut dia.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.