Geledah Rumah Dinas Wali Kota Banjar, Tim KPK Sita 2 Koper Besar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri didampingi juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan) memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sepuluh tersangka baru tersebut adalah: Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, M Nasir, pejabat pelaksana teknis kegiatan Tirtha Adhi Kazmi, dan delapan kontraktor Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Viktor Sitorus dan Suryadi Halim. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri didampingi juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan) memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sepuluh tersangka baru tersebut adalah: Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, M Nasir, pejabat pelaksana teknis kegiatan Tirtha Adhi Kazmi, dan delapan kontraktor Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Viktor Sitorus dan Suryadi Halim. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih di Jalan Masjid Agung, Kota Banjar, Jawa Barat.

    Pantauan tempo, penyidik KPK datang ke rumah dinas wali kota atau pendopo pada Jumat 10 Juli 2020, sekitar pukul 09.30 WIB, dengan menggunakan dua mobil Toyota Inova berwarna abu dan hitam berplat nomor B. Kedua mobil itu diparkir di samping pendopo.

    Lima personel KPK berpakaian bebas kemudian masuk ke Pendopo Kota Banjar. Mereka dikawal dua anggota polisi berseragam, lengkap dengan senjata laras panjang.

    Sekitar pukul 15.45 WIB, lima personel penyidik keluar dari pendopo. Mereka terlihat membawa dua koper ukuran besar berwarna biru dan oranye dan langsung memasukkan ke bagasi mobil yang terparkir di samping pendopo.

    Tak ada satupun penyidik KPK yang bersedia menjawab pertanyaan sejumlah wartawan. Usai memasukkan koper ke bagasi mobil, para penyidik naik ke mobil masing-masing.

    Sumber Tempo mengungkapkan, sehari sebelumnya, Kamis 9 Juli malam, para penyidik KPK juga mendatangi kantor sebuah perusahaan swasta (PT PMG) di Kota Banjar. Serupa dengan di pendopo, saat menyambangi kantor perusahaan swasta tersebut penyidik dikawal dua personel kepolisian bersenjata laras panjang.

    Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, KPK saat ini tengah melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Kota Banjar tahun anggaran 2012-2017.

    Tim penyidik (KPK) kata Ali, tengah melakukan pengumpulan alat bukti, di antaranya memeriksa saksi dan melakukan kegiatan penggeledahan. "Penggeledahan di beberapa tempat di Kota Banjar, termasuk di antaranya di Pendopo Wali Kota Banjar dan Dinas PUPR-PKP Kota Banjar," terangnya kepada Tempo melalui pesan singkat.

    Namun kata Ali, saat ini pihaknya belum dapat menyampaikan detail para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Pengumuman tersangka akan disampaikan Pimpinan KPK saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

    "Perkembangan berikutnya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua," ujarnya.

    ROMMY ROOSYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.