Doni Monardo Apresiasi Keterbukaan Secapa TNI AD

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo mengapreasi TNI yang sudah secara terbuka memberikan informasi adanya 1.262 kasus positif Covid-19 di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat di Kota Bandung.

    "Gugus Tugas memberikan apresiasi kepada Pimpinan TNI, kepada Pimpinan TNI AD dan juga komandan Secapa yang secara terbuka telah menyampaikan informasi ini kepada publik," ujar Doni yang juga Kepala Gugus Tugas Covid-19 di Kantor Kementeriaan Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 Juli 2020.

    Doni mengatakan, dari ribuan peserta didik dan tenaga pelatih itu, hanya 17 orang yang menjalani isolasi di rumah sakit karena mengalami keluhan demam dan batuk. Sedangkan sisanya yakni 1.245 orang, tidak dikarantina dan masih melakukan aktivitas seperti biasa.

    Namun, Doni mengatakan jika ke-1.245 orang itu tetap diawasi dan telah mendapat arahan dari tim medis agar kegiatannya mulai dikurangi. "Sudah ada arahan dari tim medis untuk kegiatan mulai dikurangi dalam rangka proses penyembuhan," ucap dia.

    Proses penyembuhan itu, kata Doni, yakni dengan memberikan vitamin, istirahat cukup dan teratur, serta makan makanan bergizi. Adapun tim medis juga memperhatikan kondisi psikologi 1.245 orang. "Supaya tetap percaya diri dan kegembiraan dijaga," kata Doni.

    Atas tinggi lonjakan kasus positif di Jawa Barat ini pun, Gubernur Ridwan Kamil minta maaf. "Kami mohon maaf jika kejadian ini menjadi sumber dari lonjakan yang luar biasa," kata dia di Kota Bandung, Jumat, 10 Juli 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.