Soal Covid-19 Menular Lewat Udara, Yurianto: Mikro Droplet

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana simulasi pembukaan dan peninjauan tempat hiburan bioskop CGV Cinemas di Bandung Electronic Center (BEC), Bandung, Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2020. Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapan tempat hiburan bioskop dalam penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan alat pelindung wajah bagi karyawan, pembatas jaga jarak, masker, sarung tangan dan cairan disinfektan seiring tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Suasana simulasi pembukaan dan peninjauan tempat hiburan bioskop CGV Cinemas di Bandung Electronic Center (BEC), Bandung, Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2020. Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapan tempat hiburan bioskop dalam penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan alat pelindung wajah bagi karyawan, pembatas jaga jarak, masker, sarung tangan dan cairan disinfektan seiring tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan telah meminta klarifikasi dari organisasi kesehatan dunia WHO mengenai hasil penelitian yang menyebutkan bahwa Covid-19 bisa menular lewat udara. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan penyebaran lewat udara yang dimaksud ialah melalui mikro droplet.

    "Kami berkomunikasi dengan WHO, sebenarnya kasus ini cenderung disebarkan oleh mikro droplet, droplet yang sangat kecil yang kemudian bisa bertahan lebih lama di suatu ruangan," kata Yurianto dalam siaran langsung BNPB, Jumat, 10 Juli 2020.

    Yurianto mengatakan penularan melalui mikro droplet rentan terjadi di ruangan dengan sirkulasi udara buruk. Sirkulasi yang buruk membuat mikro droplet yang mengandung virus Corona dapat bertahan lebih lama di udara.

    Menurut Yurianto, orang yang berada di ruangan itu berisiko besar tertular Covid-19, terutama mereka yang tak menggunakan masker. Orang yang menggunakan masker secara tidak benar, kata dia, juga berisiko besar tertular.

    Karena itu, ia meminta masyarakat untuk selalu menggunakan masker sesuai aturan. Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan agar sirkulasi udara di ruangan selalu mengalir. Dia menyarankan penggunaan kipas angin agar sirkulasi udara terjadi. Masyarakat juga diimbau untuk membuka jendela tiap pagi hari agar udara segar bisa masuk.

    "Ini upaya kita agar udara yang terjebak di ruang kerja tidak tertahan sampai berhari hari tanpa sirkulasi yang memadai," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?