Cerita Penyiksaan Tahanan Oleh Polisi yang Terus Berulang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarpan (57), saksi pembunuhan yang diduga dianiaya oknum polisi saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan. (ANTARA/HO)

    Sarpan (57), saksi pembunuhan yang diduga dianiaya oknum polisi saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan. (ANTARA/HO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan wajah penuh memar, Sarpan, 57 tahun menceritakan ulang penyiksaan oleh polisi yang ia terima. 

    Anggota Polisi Sektor Percut Sei Tuan ini mulanya memeriksa Sarpan sebagai saksi atas pembunuhan Dodi Somanto. Yang terjadi, kuli bangunan ini mengatakan polisi malah menyiksa dia saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan.

    Akibat peristiwa itu, warga Jalan Sidomulyo, Pasar IX, Dusun XIII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini menderita luka di sekujur tubuh dan wajahnya.
     
    Ia juga dipaksa untuk mengakui sebagai pelaku pembunuhan terhadap Dodi Somanto. Belakangan, polisi membebaskan Sarpan. Sementara itu, polisi pun akhirnya menangkap pelaku pembunuhan berinisial A.
    Buntut insiden ini, Kepolisian Daerah Sumatera Utara mencopot Kapolsek Percut Sei Tuan Komisaris Otniel Siahaan dari jabatannya.
    Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai pencopotan Otniel Siahaan tidak cukup. Peneliti Kontras, Rivanlee Anandar, mengatakan pencopotan tidak akan menyelesaikan masalah.

    "Pencopotan kepala tidak cukup menjawab persoalan, karena dianggap 'selesai'. Sementara pelaku tidak dihukum secara pidana," ujar Rivan saat dihubungi pada Jumat, 10 Juli 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.