5 Fakta Rekor Baru Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat mengumumkan update harian kasus Covid-19 di Indonesia. (KOMBEN BNPB/Ignatius Toto Satrio)

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat mengumumkan update harian kasus Covid-19 di Indonesia. (KOMBEN BNPB/Ignatius Toto Satrio)

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah mengumumkan penambahan 2.657 kasus baru pasien positif Covid-19 di Indonesia pada Kamis, 9 Juli 2020. Juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah corona, Achmad Yurianto, mengatakan total kasus per hari yang sama menjadi 70.736.

    “Terdapat 1.066 orang pasien sudah sembuh, sehingga total menjadi 32.651 kasus,” katanya dalam cuplikan konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Youtube BNPB, Kamis, 9 Juli 2020.

    Adapun pasien meninggal sebanyak 58 orang sehingga menjadi 3.417 orang. Sedangkan jumlah yang masih dipantau atau ODP sebanyak 38.498 dan 13.732 orang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP).

    Dihimpun Tempo, berikut ini sejumlah fakta baru terkait kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

    1. Rekor kasus tertinggi

    Penambahan kasus pasien Covid-19 per Kamis, 9 Juli, menembuh rekos tertinggi sejak virus corona ditemukan di Indonesia pada 2 Maret lalu. Penambahan kasus tertinggi sebelumnya tercatat terjadi pada 8 Juli, yakni sebesar 1.853 orang.

    1. Penambahan kasus terbanyak dari Jawa Barat

    Yurianto mengatakan tambahan cukup banyak berasal dari Jawa Barat yang mencapai 962 kasus. Berdasarkan penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni 2020, Yurianto mengatakan penambahan kasus yang tinggi ini berasal dari klaster pusat pendidikan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD).

    “Kami dapatkan seluruh kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang,” katanya. Ribuan pasien positif merupakan peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. Meski ada 1.262 orang yang positif, hanya 17 di antaranya dirawat di Rumah Sakit Dustira Cimahi karena ada keluhan, seperti demam dan sesak napas. “Sisanya tanpa keluhan.”

    Saat ini, Gugus Tugas memberlakukan karantina wilayah di Secapa AD Bandung. Seluruh kompleks diisolasi dan dilarang ada pergerakan orang masuk dan keluar kompleks.

    1. Urutan pertama hingga kedepalan

    Tepat di bawah Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur juga mengalami kenaikan kasus dengan jumlah terbanyak kedua mencapai 517 orang dan 263 orang sembuh. Kemudian, DKI menjadi daerah ketiga dengan penambahan kasus positif baru yang cukup banyak, dengan 284 orang. Sementara 221 orang dilaporkan sembuh.

    Sulawesi Selatan melaporkan kasus baru sebanyak 130 orang, dan 189 orang sembuh. Kasus positif Covid-19 di Sulawesi Utara bertambah 126 orang, dan 27 orang sembuh.

    Jawa Tengah bertambah 120 kasus positif baru, dan 30 orang sembuh. Kalimantan Selatan melaporkan 108 kasus positif pada hari ini, dan 23 orang sembuh.

    Di urutan ke delapan, Sumatera Utara melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 108 orang dan 11 orang sembuh.

    1. Jokowi ingatkan sudah lampu merah

    Atas rekor penambahan kasus ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti. "Perlu saya ingatkan, ini saya kira sudah lampu merah lagi. Hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali hari ini, 2.657," ujar Jokowi.

    Jokowi meminta semua daerah berhati-hati dan tetap mengendalikan kasus virus Corona, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah yang kasusnya terbilang masih sedikit. Berdasarkan data yang diterima, ada tambahan 23 kasus virus corona pada 9 Juli di Kalimantan Tengah (kumulatif 1.096). Jumlah total pasien sembuh sebanyak 484 dan pasien meninggal sebanyak 65 di Kalteng.

    "Tetapi kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan baik, manajemen krisis tidak dilakukan, rakyat tidak diajak untuk kerja sama-sama, hati-hati, angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak," kata Jokowi.

    1. Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia dekati Cina

    Dalam peta penularan di dunia yang dibuat Johns Hopkins University di Amerika Serikat, Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak itu berada di urutan 26 negara dengan jumlah penduduk paling banyak terinfeksi virus corona penyebab penyakit tersebut.

    Sebagai perbandingan, Cina, negara pertama yang mengalami epidemi infeksi virus corona jenis baru tersebut melaporkan 84.950 kasus dalam daftar yang sama. Cina kini di urutan 23 setelah sekian lama berada di urutan pertama dunia di awal pandemi per Maret lalu.

    Sejumlah negara yang pernah ‘menemani’ Cina di puncak daftar seperti Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris juga beringsut berkat pengendalian ketat penularan lewat pemeriksaan dan pelacakan yang masif. Masing-masing kini berada di urutan 17, 16, 11, 9, dan 7.

    Sedang negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak saat ini masih Amerika (3.055.444 kasus positif infeksi) diikuti Brasil (1.713.160), India (767.296), dan Rusia (706.179). Urutan 5 dan 6 masing-masing tercatat Peru dan Cile dengan jumlah kasus yang dilaporkan 312.911 dan 303.083.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | FRISKI RIANA | ZACHARIAS WURAGIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.