Berada di Gedung Bareskrim, Kondisi Maria Lumowa Belum Fit

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan pembobol kredit BNI sebesar 1,7 Triliun, Marie Pauline Lumowa saat tiba di Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 9 Juli 2020. Maria di ekstradisi dari Serbia oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Buronan pembobol kredit BNI sebesar 1,7 Triliun, Marie Pauline Lumowa saat tiba di Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 9 Juli 2020. Maria di ekstradisi dari Serbia oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, tersangka kasus pembobolan BNI senilai 1,7 triliun, Maria Lumowa, masih berada di gedung Badan Reserse Kriminal. "Sementara saat ini tersangka berada di Bareskrim," ujar Argo ketika ditemui di kantornya, Kamis 9 juli 2020.

    Mengenai kondisi kesehatan Maria, Argo berujar bahwa bersangkutan belum fit. "Karna perjalanan panjang, yang bersangkutan masih mengalami jet lag," ujar Argo

    Ihwal keberhasilan ekstradisi Maria, menurut Argo, alasan historislah yang menyebabkan otoritas Serbia mau menyerahkan tersangka yang buron selama 17 tahun itu. "Pada saat negara itu konflik, pasukan Indonesia yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa banyak membantu ke sana," Ujar Argo.

    Sebelumnya pada kamis pagi 9 juli 2020, Kementerian Hukum dan HAM mengakhiri pelarian panjang  Maria Lumowa, tersangka pembobol kas BNI cabang Kebayoran Baru melalui Letter of Credit fiktif pada 2003.

    RAFI ABIYYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.