Kasus Covid-19 Bertambah 2.657, Banyak dari Klaster Secapa TNI AD

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia per Kamis, 9 Juli 2020 telah mencapai 70.736 kasus.

    Angka tersebut berasal dari adanya penambahan kasus positif baru sebanyak 2.657 orang. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan penambahan ini paling banyak disumbang Jawa Barat.

    “Tambahan cukup banyak dari Jawa Barat sebanyak 962 kasus, dan dilaporkan 27 orang sembuh,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB.

    Berdasarkan penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni 2020, Yurianto mengatakan penambahan kasus positif Covid-19 yang tinggi ini berasal dari klaster pusat pendidikan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD). “Kami dapatkan seluruh kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang,” katanya.

    Ribuan pasien positif ini merupakan peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. Meski ada 1.262 orang yang positif, hanya 17 di antaranya dirawat di Rumah Sakit Dustira Cimahi karena ada keluhan, seperti demam dan sesak napas. “Sisanya tanpa keluhan.”

    Saat ini, Gugus Tugas memberlakukan karantina wilayah di Secapa AD Bandung. Seluruh kompleks diisolasi dan dilarang ada pergerakan orang masuk dan keluar kompleks.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.