Penyaluran Dana Desa Diklaim Mencapai 99 Persen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didamping Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi menyosialisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana Desa untuk wilayah Nusa Tenggara dan Pulau Kalimantan.

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didamping Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi menyosialisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana Desa untuk wilayah Nusa Tenggara dan Pulau Kalimantan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengatakan penyaluran Dana Desa sudah mencapai 99 persen.

    “Sampai 8 Juli, desa yang telah menerima Dana Desa sebanyak 74.865 desa, 99 persen dari 74.953 desa,” kata Abdul Halim dalam webinar bersama KPK, Kamis, 9 Juli 2020.

    Abdul Halim Iskandar mengatakan, penyaluran belum 100 persen karena ada beberapa desa yang belum menyelesaikan administrasi. Misalnya, ada 52 desa di Konawe yang masih diblokir Kementerian Dalam Negeri.

    Ada juga desa yang berbeda nomenklaturnya. Misalnya, di kabupaten tercatat sebagai desa, namun di Kementerian Dalam Negeri tercatat sebagai kelurahan. “Sehingga tidak bisa menerima dana desa, juga tidak menerima dana kelurahan karena status belum diketahui,” katanya.

    Adapun penyaluran bantuan langung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa, Abdul Halim menyebut mencapai 72.429 desa atau 97 persen dari 74.865 desa. BLT ini merupakan salah satu bentuk jaring pengaman sosial di masa pandemi Covid-19.

    Sedangkan keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BLT Dana Desa mencapai 7.742.176 KPM per 8 Juli 2020. Jika dirinci, sebanyak 2.400.075 KPM merupakan perempuan kepala keluarga (PEKKA). “Kebanyakan janda tua.”

    Sebanyak 7 juta lebih KPM itu berprofesi sebagai petani dan buruh tani sebanyak 88 persen, nelayan dan buruh nelayan 4 persen, buruh pabrik 2 persen, buruh 1 persen, pedagang UMKM 5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?