PDIP Tentukan Nasib Gibran dan Bobby di Pilkada 2020 Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pasar Burung Depok, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2020. Gibran mampir ke pasar ini setelah salat Jumat di Masjid Attaqwa Depok Manahan, kemudian mampir ke pedagang kaki lima (PKL) mie ayam untuk makan siang. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pasar Burung Depok, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2020. Gibran mampir ke pasar ini setelah salat Jumat di Masjid Attaqwa Depok Manahan, kemudian mampir ke pedagang kaki lima (PKL) mie ayam untuk makan siang. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bambang Wuryanto, mengatakan nasib Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution di Pilkada 2020 Solo dan Medan akan diumumkan dalam waktu dekat.

    "Saya pastikan dari 11 sampai dengan 18 Juli ini akan diumumkan," katanya dalam konferensi pers di ruang Fraksi PDIP DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

    Bambang mengatakan PDIP sudah menentukan jagoannya di 162 dari 270 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020. Namun semuanya itu baru untuk level pemilihan kepala daerah di kabupaten/kota.

    Untuk pemilihan gubernur di sembilan provinsi, PDIP belum menentukan sikap. "Karena gubernur ini masih banyak lobi-lobi yang harus selesaikan. Kalau gubernur, PDIP (umumkan) agak belakangan dikit-lah," ucap Bambang.

    Bambang menjelaskan dalam menentukan calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada 2020, PDIP membagi ke beberapa klaster. Klaster pertama adalah yang perolehan suara pemilu PDIP di atas 20 persen. "Secara administratif bisa nyalon sendiri. Itu tinggal 12 dari 83 (daerah)," tuturnya.

    Adapun klaster kedua adalah untuk daerah yang perolehan suara Pemilu antara 10-20 persen. "Ini mesti berkawan, koalisi," kata Bambang.

    Sementara klaster ketiga adalah daerah yang perolehan suara pemilu PDIP di bawah 10 persen. "Biasanya ini dukung-dukung saja," ucap dia.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.