Jokowi ke Menteri: Kita Harus Ganti ke Channel Extraordinary

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Video rekaman pidato Jokowi ini baru diunggah ke YouTube resmi Sekretariat Presiden kemarin, Ahad, 29 Juni 2020, atau sepuluh hari setelah pidato itu disampaikan langsung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/Pool

    Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Video rekaman pidato Jokowi ini baru diunggah ke YouTube resmi Sekretariat Presiden kemarin, Ahad, 29 Juni 2020, atau sepuluh hari setelah pidato itu disampaikan langsung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan jajarannya bahwa kondisi dunia saat ini tengah mengalami krisis, terutama di bidang kesehatan dan ekonomi. Karena itu, Jokowi meminta seluruh jajarannya untuk memiliki sense of crisis yang sama dan bekerja lebih keras lagi.

    "Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada kondisi sekarang ini. Membuat Permen (Peraturan Menteri) yang biasanya mungkin 2 minggu, ya, sehari selesai. Membuat PP (Peraturan Pemerintah) yang biasanya sebulan, ya, 2 hari selesai, itu loh yang saya inginkan," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 8 Juli 2020.

    Hal ini diungkapkan Jokowi kepada para menterinya, saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2020. Jokowi juga mendorong jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa.

    "Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara cepat dan cara-cara yang sederhana," kata Jokowi.

    Ia juga ingin agar para menterinya mencari cara agar SOP (standar operasional prosedur) normal dapat diganti ke SOP yang smart shortcut. "Gimana caranya? Bapak, ibu, dan saudara-saudara lebih tahu dari saya menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja," kata Jokowi.

    Ini kesekian kalinya Jokowi meminta jajarannya untuk melakukan aksi luar biasa, untuk mengatasi krisis di Indonesia yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. Jokowi sebelumnya mengingatkan ini pertama kali pada Sidang Kabinet Paripurna, pada pertengahan Juni lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.