Selasa, 22 September 2020

Baleg DPR Terima Surat PDIP soal Penggantian Rieke Diah Pitaloka

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Rieke Diah Pitaloka berpose sebelum mengikuti pelantikan DPR  periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Rieke tampil berkebaya kutu baru merah berbahan beludru dengan nuansa sangria. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Artis Rieke Diah Pitaloka berpose sebelum mengikuti pelantikan DPR periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Rieke tampil berkebaya kutu baru merah berbahan beludru dengan nuansa sangria. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas mengkonfirmasi penggantian politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka. Menurutnya surat dari PDIP terkait penggantian itu sudah diterima Rabu siang, 8 Juli 2020. “Sudah,” ucap Supratman kepada Tempo.

    Rieke bakal diganti dengan M Nurdin, pensiunan perwira tinggi polisi, di kursi pimpinan Badan Legislasi. Sekretaris Fraksi PDIP di DPR, Bambang Wuryanto sebelumnya membenarkan kabar ini.

    "Beliau adalah perwira tinggi kepolisian. Punya wawasan luas," kata Bambang ihwal figur Nurdin.

    Bambang juga tak membantah penggantian ini demi mengawal Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Menurut Bambang, RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini terkait dengan banyak bidang dan membutuhkan koordinasi.

    Sebelum menjadi anggota Dewan, Nurdin adalah anggota Kepolisian Republik Indonesia. Ia pensiun dengan pangkat komisaris jenderal. Pria kelahiran Kuningan, 6 Februari 1946, ini kini duduk sebagai anggota Komisi Hukum atau Komisi III DPR.

    Menurut Bambang, Rieke unggul dalam pembahasan RUU yang sifatnya fokus pada satu sektor. Contohnya dalam menggolkan RUU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) menjadi undang-undang. Akan tetapi, Bambang menegaskan omnibus law memerlukan koordinasi di berbagai bidang.

    "Untuk kecermatan dan ketelitian kami butuh orang yang punya keahlian berbagai bidang. Kalau fokus, Rieke sudah pernah meloloskan SJSN," ujar politikus asal Jawa Tengah ini.

    Bambang menampik penggantian Rieke dengan Nurdin terkait dengan polemik pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila. "Tidak."

    FIKRI ARIGI | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.