Pesan Kapolri ke Ratusan Calon Perwira: Jangan Jadi Anak Mama

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) tiba untuk mengikuti Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) tiba untuk mengikuti Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Idham Azis berpesan kepada 750 calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri 2020 untuk menguatkan mental jelang bertugas.

    "Kuatkan mental karena kau sudah memilih jalan untuk mengabdi di TNI Polri. Jangan kau jadi anak mama, belum apa-apa kau sudah merengek-rengek sama orang tua," ujar Idham saat memberikan pembekalan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 8 Juli 2020.

    Apalagi, Idham berencana untuk menugaskan mereka yang baru lulus ke luar Pulau Jawa, seperti Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

    "Biar meriang-meriang itu semua orang tuanya," kata Idham.

    Menimpali Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut menyampaikan kepada ratusan calon perwira remaja agar selalu bersemangat dalam bertugas kelak. Ia meminta mereka agar mengingat perjuangan orang tua dan menjadikannya sebagai motivasi bekerja.

    "Jadikan jerih payah kalian selama 4 tahun di akademi dan pengorbanan orang tua kalian sebagai motivasi dalam mengemban tugas kapan dan di mana pun," ucap Hadi.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?