Jokowi Instruksikan TNI - Polri Punya Cara Kerja Tak Biasa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka meninjau persiapan prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Kamis, 25 Juni 2020. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka meninjau persiapan prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Kamis, 25 Juni 2020. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan calon perwira remaja (Capaja) akademi TNI dan Polri 2020 bahwa tantangan dunia ke depan tidak mudah, makin berat, lebih dinamis dan jauh lebih kompleks dari sebelumnya akibat efek disrupsi teknologi.

    Teknologi militer, kata Jokowi, berkembang dengan cepat dan semakin canggih mengarahkan pada sistem senjata yang otonom serta pertahanan siber. Seiring dengan itu, lanjut presiden, tantangan kejahatan yang dihadapi oleh perwira kepolisian dan TNI sangat berat. Kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber yang lintas negara memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik. 

    "Untuk itu, para perwira TNI dan Polri masa depan harus memiliki sikap mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja, harus semakin cerdas dan lincah dalam menghadapi perubahan," kata Jokowi saat memberi pembekalan secara virtual kepada para Capaja TNI-Polri dari Istana Bogor, Rabu, 8 Juli 2020.

    Seiring gempuran teknologi itu, Jokowi juga mengingatkan para perwira TNI-Polri tetap
    konsisten terhadap ideologi negara, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    "TNI dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi setiap ancaman dan tantangan bangsa ke depan," ujar Jokowi.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.