Tarif Rapid Test Kemenkes Rp 150 Ribu, Rumah Sakit Bisa Tekor?

Reporter

Dewi Nurita

Rabu, 8 Juli 2020 10:31 WIB

Ilustrasi rapid test. ANTARA

TEMPO.Co, Jakarta - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, mengkritik langkah Kementerian Kesehatan yang mengeluarkan surat edaran soal aturan penetapan batasan tertinggi untuk pemeriksaan rapid test virus Covid-19 sebesar Rp150 ribu.

"Kementerian terlalu gegabah dalam mengeluarkan SE (surat edaran) tersebut," ujar Slamet kepada Tempo, Rabu, 8 Juli 2020.

Menurut Slamet, besaran tarif tersebut tidak cukup untuk menutup seluruh beban biaya pelayanan. Alasannya, karena harga tersebut impas dengan harga alat rapid test untuk pemeriksaan Covid-19, sementara masih ada komponen lain dalam pelayanan, seperti bahan habis pakai atau alat kesehatan, alat pelindung diri (APD), hingga jasa medis. "Sekarang harga dasar rapid test saja sudah Rp150-200 ribu," ujar Slamet.

Dengan kata lain, jika Kemenkes menetapkan tarif maksimal rapid test Rp 150.000, kata Slamet, rumah sakit (RS) harus menutupi kekurangan biaya untuk komponen lainnya.

"Harusnya yang dilakukan oleh Kemenkes adalah mengatur harga eceran tertinggi rapid test, bukan tarif pelayanan," ujar Slamet.

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menetapkan batasan tarif pemeriksaan rapid test sebesar Rp.150 ribu. Penetapan tarif tersebut berlaku mulai tanggal 6 Juli 2020 seperti tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI nomor HK.02.02/I/2875/2020. Hal ini disebut untuk mempermudah masyarakat yang membutuhkan.

"Harga yang bervariasi untuk pemeriksaan rapid test menimbulkan kebingungan di masyarakat. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah dalam masalah pemeriksaan rapid test antibodi agar masyarakat tidak merasa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan," demikian bunyi salah satu poin surat edaran Kemenkes tersebut.

Catatan: 
Judul ini mengalami perubahan pada Rabu 8 Juli 2020 dengan menganti kata Rumah Sakit 






Jepang dan UNICEF Beri Bantuan Mesin Pendingin Vaksin Covid-19 ke Indonesia

7 jam lalu

Jepang dan UNICEF Beri Bantuan Mesin Pendingin Vaksin Covid-19 ke Indonesia

Jepang dan UNICEF menyerahkan 300 unit mesin pendingin vaksin kepada Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung pemberian vaksin Covid-19 di Indonesia.


Menkes Sebut Bulan Depan Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia

22 jam lalu

Menkes Sebut Bulan Depan Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia

Bersamaan dengan kedatangan Omicron BA.4 dan BA.5, jumlah kasus baru harian Covid-19 melonjak dari 200 jadi 2.000.


Covid-19 Turun: Universal Studios Beijing Dibuka, Shanghai Izinkan Makan di Restoran

1 hari lalu

Covid-19 Turun: Universal Studios Beijing Dibuka, Shanghai Izinkan Makan di Restoran

Universal Studios di Beijing dibuka lagi setelah ditutup 2 bulan akibat munculnya kasus Covid-19 varian Omicron.


Barang Antik dari Pasar Unik di Sudut DKI Jakarta

1 hari lalu

Barang Antik dari Pasar Unik di Sudut DKI Jakarta

Publik mengenal DKI Jakarta memiliki berbagai nama pasar yang unik. Salah satunya adalah Pasar Rumput di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Pasar Manggis.


Kementerian Kesehatan: Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri

2 hari lalu

Kementerian Kesehatan: Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri

Monkeypox atau cacar monyet bisa menular dari hewan ke hewan atau dari hewan ke manusia.


Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

2 hari lalu

Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

Berdasarkan data pemerintah hingga Sabtu, 25 Juni pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 1.831 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.


Kemenkes Sebut Penambahan Kasus Covid-19 Tergolong Tinggi, Positivity Rate Masih Rendah

2 hari lalu

Kemenkes Sebut Penambahan Kasus Covid-19 Tergolong Tinggi, Positivity Rate Masih Rendah

Kasus Covid-19 disebut masih terkendali. Angka positivity rate di bawah 5 persen.


Covid-19 Dekati 2.000 Kasus per Hari, Omicron Varian Baru 143 Kasus

2 hari lalu

Covid-19 Dekati 2.000 Kasus per Hari, Omicron Varian Baru 143 Kasus

Kementerian Kesehatan menyatakan situasi Covid-19 masih terkendali.


Krisis Chip, Toyota Pangkas Produksi 50 Ribu Mobil untuk Juli 202

4 hari lalu

Krisis Chip, Toyota Pangkas Produksi 50 Ribu Mobil untuk Juli 202

Pemangkasan produksi mobil Toyota secara global sebagai dampak dari krisis pasokan chip semikonduktor dan suku cadang karena wabah Covid-19.


Luhut Bakal Jadikan Vaksin Booster Syarat Perjalanan

4 hari lalu

Luhut Bakal Jadikan Vaksin Booster Syarat Perjalanan

Luhut mengatakan, secara nasional, kasus Covid-19 meningkat akibat masuknya varian BA4 dan Ba5.