Selasa, 22 September 2020

500 TKA Cina Akan Tiba di Sulawesi Pegang Rekomendasi KPPIP

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tenaga kerja asing. REUTERS/Marko Djurica

    Ilustrasi tenaga kerja asing. REUTERS/Marko Djurica

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 500 TKA Cina atau tenaga kerja asing asal Cina akan kembali masuk ke Sulawesi Tenggara di tengah pandemi Covid-19. Mereka akan tiba secara bertahap dalam empat gelombang.

    "Ya, rencananya begitu," ujar Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemenaker, Aris Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa, 7 Juli 2020.

    Informasi yang diperoleh Tempo, sebanyak 156 tenaga kerja asing sudah tiba pada 23 Juni 2020. Sementara gelombang kedua, sebanyak 105 orang tiba di Bandara Haluoleo sepekan kemudian, 30 Juni.

    "Untuk tahap ke-3 ini persisnya kami belum tahu, baik dari sisi waktu maupun jumlahnya," ujar Aris.

    Sebelumnya, Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi mengatakan, para TKA ini kembali didatangkan untuk mempercepat pengerjaan proyek strategis nasional.

    Mereka akan kembali bekerja di kawasan industri smelter atau pabrik pemurnian nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

    Jodi mengatakan, 500 TKA Cina yang akan kembali masuk ke Sulawesi Tenggara adalah pekerja yang sudah diberi rekomendasi oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). "Itu untuk penyelesaian beberapa proyek-proyek strategis nasional," ujar Jodi, Rabu, 17 Juni 2020. 

    Di samping mengantongi rekomendari KPPIP, Jodi mengatakan kehadiran para pekerja asal Negeri Tirai Bambu itu juga sudah sesuai dengan regulasi pembatasan TKA selama masa Covid-19. Sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, diatur bahwa orang asing yang akan bekerja pada proyek strategis nasional dapat masuk wilayah Indonesia setelah memenuhi persyaratan.

    "Misalnya, persyaratan kesehatan seperti karantina di negara dan wilayah ketiga dan karantina di Indonesia, dan persyaratan lainnya."

    DEWI NURITA I CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.