Pendaftar SBMPN 2020 Meningkat, Prodi Bisnis dan Informatika Paling Diminati

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkap layar Wikan Sakarinto, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud dalam diskusi virtual bertajuk

    Tangkap layar Wikan Sakarinto, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud dalam diskusi virtual bertajuk "Menciptakan SDM Unggul dengan Pendidikan Vokasi" di kanal YouTube Tempo pada Jumat, 3 Juli 2020.

    INFO NASIONAL-- Proses penerimaan mahasiswa baru politeknik negeri melalui seleksi bersama masuk politeknik negeri (SBMPN) tahun 2020 resmi diumumkan pada 4 Juli 2020 lalu. Menurut Ketua FDPNI sekaligus Ketua SBMPN 2020, Zainal Arief, sejak dibuka pendaftaran pada 19 Mei - 25 Juni 2020, tercatat sejumlah 114,532 siswa yang mengikuti seleksi jalur ini. “Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan di beberapa politeknik peningkatannya hampir 100 %,” kata Zainal.

    Pasca diumumkannya hasil SBMPN 4 Juli dini hari lalu tercatat ada empat prodi yang menduduki peringkat atas dengan peminat tertinggi, yaitu prodi Akuntansi, Administrasi Bisnis, Manajemen Bisnis dan Teknik Informatika.

    Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Wikan Sakarinto, mengungkapkan berdasarkan hasil pantauan sebaran data pendaftar SBMPN 2020 di atas, ternyata masyarakat menaruh kepercayaan yang besar pada prodi-prodi bernuansa bisnis dan ekonomi.

    "Seperti Akuntansi, Administrasi Bisnis dan Manajemen Bisnis. Masyarakat menganggap kebutuhan akan alumni prodi ini banyak dibutuhkan, terutama dalam membangun perekonomian di Indonesia,” kata Wikan.

    Prodi lain yang juga tak sepi peminat adalah Prodi Teknik Informatika. Perkembangan teknologi yang kian pesat, terutama yang berhubungan dengan informasi dan komputer ditengarai menjadi alasan kenapa prodi ini banyak dipilih. Di samping prediksi bahwa kebutuhan tenaga kerja pada 4 prodi itu masih sangat tinggi.

    Wikan menyampaikan jika masyarakat juga mulai melirik peluang dengan membangun bisnis/ usaha, membuka dan mengatur usaha, keuangan, serta dokumentasi dengan baik secara offline dan online. “Tak hanya itu lulusan yang mampu membuka usaha yang kreatif, inovatif barbasis IT dan menciptakan lapangan kerja akhir-akhir ini juga dibutuhkan. Selain memberi ruang berkembangnya industri kreatif, juga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

    Melihat animo pendaftar yang meningkat tajam, menunjukkan betapa masyarakat makin menaruh harapan tinggi pada pendidikan vokasi di Indonesia. Peminatan memang sering dikaitkan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan prospek ke depan lulusan. Itu juga sepertinya menjadi alasan mengapa jenjang pendidikan yang kebanyakan dipilih pendaftar adalah Diploma 4 atau Sarjana Terapan dibandingkan dengan Diploma 3.

    Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi, Benny Bandanadjaya, mengatakan dengan bentuk pembelajaran di Pendidikan tinggi vokasi sebagian besar praktik akan sangat mendukung lulusannya untuk menjadi ahli dan terampil dalam bidangnya masing-masing.

    “Harapannya dengan lahirnya banyak lulusan-lulusan politeknik dengan kompetensi dan keahlian di bidang ekonomi dan IT, maka lulusan politeknik akan dapat ikut mendorong meningkatnya perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum,” kata Benny.

    Wikan berharap ke depannya Pemerintah dapat mengakomodir peminatan ini melalui kebijakan-kebijakan strategis dalam rangka pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Selain itu perguruan tinggi akan mendukungnya melalui kerja sama dan kolaborasi serta pengembangan inovasi seiring dengan kemajuan sektor industri. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.