248 Perawat di Jawa Timur Terpapar Covid-19, Surabaya Terbanyak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung menginstruksikan seorang pasien tentang bagaimana melakukan peregangan tubuh saat dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk pasien Virus Corona di Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta Timur, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung menginstruksikan seorang pasien tentang bagaimana melakukan peregangan tubuh saat dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk pasien Virus Corona di Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta Timur, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah perawat di Jawa Timur yang terinfeksi Covid-19 hingga 6 Juli meningkat menjadi 248 orang.

    Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam, mengatakan peningkatan itu terjadi dalam sepekan terakhir.

    Nursalam menyebut seminggu terakhir tenaga kesehatan banyak yang mengikuti tes cepat dan tes usap. "Memang karena efek logis dari rapid test (tes cepat) dan tes PCR," kata Nursalam saat dikonfirmasi Tempo melalui sambungan Telepon, Senin siang, 6 Juli 2020.

    Selain tes cepat dan tes usap yang masif, kata dia, beban kerja yang terlalu tinggi akibat meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit turut membuat anggotanya banyak terinfeksi. Dia menyebut rasio jumlah perawat dengan pasien tidak sebanding.

    Nursalam mengatakan saat ini rasio perawat dengan pasien di ruang ICU (Intensive Care Unit) 1 banding 1. Sementara perbandingan jumlah perawat dengan pasien yang berada di HCU (Hing Care Unit) 1 banding 2. Sedangkan rasio jumlah perawat dengan pasien yang menjalani rawat inap 1 banding 5 hingga 8.

    Menurut dia, anggotanya yang terpapar Covid-19 terbanyak tersebar di Kota Surabaya, yakni 108 perawat. Ddisusul Kabupaten Sidoarjo sebanyak 65 perawat. "Sisanya tersebar di beberapa kabupaten lain yang berada di Jawa Timur," ucap dia.

    Nursalam mengatakan dari 248 perawat yang terinfeksi Covid-19, 50 persen lebih sudah dinyatakan sembuh, 30 persen masih dirawat di rumah sakit, dan sisanya menjalani isolasi mandiri. Adapun perawat yang meninggal ada 12 orang. Rinciannya, Kota Surabaya 7, Tuban 1, Sidoarjo 1, Kota Malang 1, Bojonegoro 1, serta Sampang 1.

    Dengan banyaknya perawat yang terpapar Covid-19, pihaknya meminta pemerintah khususnya instansi pelayanan untuk melibatkan perawat dalam manajamen penanganan serta membuka data pasien Covid-19. Dia juga mendesak pemerintah memperhatikan kesejahteraan dan kebutuhan dasar perawat, seperti waktu istirahat, makan, dan suplemen.

    Dia menilai perlu meninjau ulang terkait penambahan kamar di beberapa rumah sakit di dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk perawat. Juga pemisahan gedung antara pasien Covid-19 dan non-Covid. "Setting gedung dan ruangan supaya alur terpisah antara pasien Covid-19 dan non-Covid-19," ucapnya.

    Di samping itu, pihaknya merekomendasikan dilakukan tes usap secara masif dan berkala setiap 14 hari terhadap tenaga kesehatan. Nursalam juga meminta anggotanya selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.