New Normal, Tjahjo: PNS 50 Persen Kerja di Rumah, Sisanya Kantor

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PANRB Tjahjo Kumolo berbicara saat acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020. Acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional atau Hani 2020 tersebut digelar secara virtual antara Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dengan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo dan Kepala BNN Heru Winarko. Gelaran tersebut bertajuk

    Menteri PANRB Tjahjo Kumolo berbicara saat acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020. Acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional atau Hani 2020 tersebut digelar secara virtual antara Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dengan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo dan Kepala BNN Heru Winarko. Gelaran tersebut bertajuk "Hidup 100% di Era New Normal Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba." TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan untuk fase New Normal atau normal baru PNS  akan bekerja 50 persen di rumah, dan 50 persen di kantor.

    "Akan dibagi dua shift baik daerah PSBB, sudah normal, atau transisi," kata Tjahjo dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senin 6 Juli 2020.

    Menurut Tjahjo pendekatan ini dilakukan sebagaimana hasil rapat dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan sejumlah Pemerintah Daerah.

    Tjahjo menyebut di era normal baru Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengarahkan agar ASN tetap produktif namun tetap aman. Secara prinsip, kata dia tidak masalah bekerja di kantor atau di rumah, yang penting kata dia tetap mengikuti protokol kesehatan.

    Jaga jarak setiap meja di kantor dan tempat duduk dalam rapat. Masker dipakai di kantor, hingga pengurangan kunjungan ke daerah, kata Tjahjo, adalah beberapa langkah yang harus dilakukan. "Ini kebijakan kami dan sudah sampaikan ke kementrian lembaga dan pemda," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.