Pengibaran Bendera Saat 17 Agustus di Istana Dilakukan 3 Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga pesisir menggelar upacara HUT RI ke-74 di Cilincing, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019. ANTARA

    Warga pesisir menggelar upacara HUT RI ke-74 di Cilincing, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan upacara Pengibaran Bendera Pusaka di Istana Kepresidenan pada 17 Agustus akan digelar secara terbatas. Hal ini dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan tetap berjalan.

    Heru mengatakan tim pasukan pengibar bendera hanya terdiri dari 3 orang. "Kami mengambil keputusan bahwa paskibra yang digunakan hanya tiga, plus cadangan satu yang akan mengibarkan bendera saja di lapangan," kata Heru saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 6 Juli 2020.

    Heru mengatakan tim paskibraka yang akan mengibarkan bendera, adalah anggota tim tahun lalu. Hal ini dilakukan karena tahun ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga tak menggelar seleksi karena sedang ada pandemi.

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan upacara tetap akan berlangsung dengan khidmat. Bahkan di upacara nanti, pemerintah akan mengenalkan tradisi baru.

    Saat dikumandangkan lagu kebangsaan, masyarakat akan diajak untuk menghentikan kegiatan sejenak. Mereka akan diminta berdiri tegak, tegap, khidmat, mengikuti dikumandangkan lagu Indonesia Raya saat upacara berlangsung. "Bahkan juga di luar negeri yang di KBRI dan lain-lain," ujar Pratikno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.