Peserta UTBK 2020 di USU Medan Capai 35 Ribu

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengenakan masker saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di SMA Negeri 5 Bandung, Jawa Barat, Ahad, 5 Juli 2020. Peserta UTBK diwajibkan mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti ujian. TEMPO/Prima mulia

    Peserta mengenakan masker saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di SMA Negeri 5 Bandung, Jawa Barat, Ahad, 5 Juli 2020. Peserta UTBK diwajibkan mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti ujian. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Runtung Sitepu,SH, menyatakan pada hari pertama pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK 2020) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di USU Medan tidak ada yang menyandang status disabilitas.

    "Kemungkinan bisa saja pada pelaksanaan UTBK 2020 ini tidak ada peserta disabilitas (tuna netra)," kata Runtung usai meninjau pelaksanaan UTBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Minggu, 5 Juli 2020. Runtung mengatakan pada UTBK 2019 pelaksanaan SBMPTN di USU Meda masih ada peserta penyandang tuna netra.

    Sementara itu ihwal jumlah peserta, Runtung menyebut ada 35.719 peserta yang mengikuti UTBK 2020 di USU. Sedangkan peserta tes yang akan diterima pada jalur SBMPTN 2020 di USU Medan hanya sekitar 3.138 orang.

    Pelaksanaan UTBK 2020, lanjut dia, diharapkan dapat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. "UTBK SBMPTN ini  berlangsung 5-12 Juli 2020," katanya.

    Sebelumnya Universitas Sumatera Utara pada UTBK 2019 menerima 3.091 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dari jumlah itu sebanyak 2.463 orang berasal dari Sumatera Utara (Sumut) dan 628 orang lagi dari luar Sumut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.