Ketua FPI Sebut Pendukung Trisila atau Ekasila Pelaku Makar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa apel Siaga Ganyang Komunis memamerkan pertunjukan bela diri di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad, 5 Juli 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Massa apel Siaga Ganyang Komunis memamerkan pertunjukan bela diri di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad, 5 Juli 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis, meminta aparat hukum menangkap dan menindak pihak-pihak yang ingin mengubah Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. Ia menilai perbuatan itu masuk kategori makar.

    "Mereka adalah para pengkhianat negara, mereka pelaku makar, hukumnya sudah tertera di UU dan KUHP," katanya saat menjadi inspektur upacara dalam Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek hari ini, Ahad, 5 Juli 2020, di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Baru, Jakarta.

    Tidak hanya minta menangkap, kata Sobri, jika ada organisasi yang turut mendukung perubahan Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila maka mereka layak dibubarkan.

    Sobri mewanti-wanti bahwa pihaknya siap menggelar unjuk rasa di jalan dengan jumlah massa yang besar andai Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila tidak dihentikan pembahasannya. Pihaknya menolak jika RUU HIP sekadar ditunda pembahasannya atau diganti nama.

    ADVERTISEMENT

    "Kami akan bangga sebagaimana orang tua kami dulu mengganyang komunis. Maka kami siap mengganyang mereka," tuturnya.

    RUU HIP memantik kontroversi lantaran dalam drafnya tidak memasukkan TAP MPRS/XXV/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai konsideran. Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah meminta agar pembahasan RUU ini ditunda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.