Kunci Lawan Covid-19 ala Ma'ruf Amin: Iman, Imun, Aman, dan,,,

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Mar'uf Amin menggunakan hand sanitizer setelah berolahraga, di kediamannya, Jumat, 27 Maret 2020. Foto: Setwapres

    Wakil Presiden Mar'uf Amin menggunakan hand sanitizer setelah berolahraga, di kediamannya, Jumat, 27 Maret 2020. Foto: Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan pendapatnya tentang empat kunci melawan Covid-19.

    “Saya mengajak semua elemen bangsa, termasuk para ulama dan tokoh masyarakat, berpartisipasi Bersatu Lawan Covid-19 dengan empat kunci sederhana,” kata Ma’ruf Amin di akun Instagramnya hari ini, Jumat, 3 Juli 2020.

    Tempo mendapat izin dari Sekretariat Wakil Presiden untuk mengutip keterangan Ma’ruf di akun media sosialnya.

    Wapres Ma'ruf Amin menjelaskan empat kunci sederhana melawan pandemi Covid-19 adala Iman, Imun, Aman, dan Amin.

    Iman, Ma’ruf menjelaskan, artinya percaya dan yakin bahwa wabah terjadi karena kehendak Allah. Ia meminta masyarakat ikhlas, sabar, tidak panik, dan tidak putus asa.

    “Allah tidak akan menguji makhluknya di luar batas kemampuannya."

    Kunci kedua adalah Imun, yakni kekebalan tubuh yang diwujudkan dengan rajin berolahraga, berjemur, dan minum vitamin.

    Selanjutnya aman, yaitu mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan: menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menjaga kebersihan.

    “Imunisasi diri perlu dibentengi juga dengan amanisasi diri,” ujar Ma'ruf Amin.

    Adapun kunci lawan Covid-19 yang terakhir adalah Amin.

    Ma’ruf menerangkan setelah usaha dan ikhtiar maka tawakal atau berdoa kepada Allah harus terus dipanjatkan agar Covid-19 segera teratasi. Jika wabah teratasi, masyarakat bisa beraktivitas kembali dalam tatanan normal baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.