Gugus Tugas Covid-19: Ada 66 Kabupaten/Kota Masuk Zona Hijau

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof drh Wiku Adisasmito M.Sc, Ph.D menyampaikan perkembangan penanganan pandemi penularan SARS-CoV-2 di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (22/3/2020). ANTARA/Martha

    Perwakilan Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof drh Wiku Adisasmito M.Sc, Ph.D menyampaikan perkembangan penanganan pandemi penularan SARS-CoV-2 di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (22/3/2020). ANTARA/Martha

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Wiku Adisasmito mencatat hingga 28 Juni 2020 terdapat 66 kabupaten atau kota yang masuk ke Zona Hijau Covid-19.

    "Sebanyak 33 dari 66 kabupaten/kota itu tidak ada kasus baru," ujar Wiku melalui konferensi pers daring hari ini, Jumat, 3 Juli 2020.

    Zona Hijau adalah daerah yang belum terdampak Covid-19 atau belum ada laporan tentang kasus baru.

    Wiku menerangkan ada 185 kabupaten atau/kota masuk Zona Kuning (tingkat risiko rendah), 177 kabupaten/kota masuk Zona Oranye (tingkat risiko sedang), dan 53 masuk Zona Merah (tingkat risiko tinggi).

    ADVERTISEMENT

    Menurut Wiku, zonasi bersifat dinamis. Terdapat 19 kabupaten/kota yang turun dari Zona Merah ke Zona Oranye. Tapi ada 37 kabupaten/kota yang memburuk kondisinya sehingga dari Zona Hijau merosot ke Zona Oranye.

    Dia mengungkapkan perubahan zona tersebut tergantung dari kedisplinan masyarakat dan pemerintah setempat. Maka masyarakat di daerah Zona Hijau jangan lengah.

    Berdasarkan data hingga Kamis, 2 Juli 2020, kasus covid-19 sebanyak 59.394. Sebanyak 26.667 pasien di antaranya sembuh dan 2.987 lainnya meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.