Komisi Kejaksaan Panggil Novel Baswedan terkait Tuntutan Rendah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa membacakan replik saat sidang lanjutan kasus penyiraman air kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan di PN Jakarta Utara, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020. Sidang ini tidak dihadiri langsung oleh terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette karena protokol kesehatan Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Jaksa membacakan replik saat sidang lanjutan kasus penyiraman air kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan di PN Jakarta Utara, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020. Sidang ini tidak dihadiri langsung oleh terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette karena protokol kesehatan Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kejaksaan memanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan pada Kamis, 2 Juli 2020. Pemanggilan ini masih berhubungan dengan tuntutan rendah dua terdakwa penyiram air keras.

    Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Novel akan memenuhi panggilan itu. Novel akan didampingi oleh Biro Hukum KPK, Wadah Pegawai KPK dan tim penasihat hukumnya.

    "Undangan tersebut untuk memberikan penjelasan terkait tindak lanjut adanya laporan pengaduan masyarakat terhadap penuntutan terhadap terdakwa pelaku penganiayaan terhadap Novel Baswedan," kata Ali lewat keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2020.

    Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menuntut dua terdakwa penyiram air keras Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dengan hukuman hanya satu tahun penjara. Jaksa menimbang bahwa kedua terdakwa tak sengaja mengenai wajah Novel yang membuat kedua matanya nyaris buta.

    ADVERTISEMENT

    Tuntutan ini sontak mendapatkan kritikan keras dari masyarakat luas. Novel sendiri merasa banyak kejanggalan dalam proses penyidikan, hingga penuntutan kasus ini.

    "Permasalahan sebenarnya bukan hanya pada tuntutan jaksa, tapi juga banyaknya manipulasi dalam proses penyidikan dan penuntutan," kata Novel dalam diskusi acara Ngobrol Tempo pada Senin, 15 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.