MAKI Klarifikasi Pelanggaran Etik Firli ke Dewan Pengawas KPK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu dari tiga foto menunjukkan kegiatan Ketua KPK, Firli Bahuri, menumpangi helikopter berkode PK-JTO, turut dilampirkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia yang dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020. Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia kembali mengadukan Ketua KPK, Firli Bahuri, ke Dewas KPK terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    Satu dari tiga foto menunjukkan kegiatan Ketua KPK, Firli Bahuri, menumpangi helikopter berkode PK-JTO, turut dilampirkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia yang dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020. Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia kembali mengadukan Ketua KPK, Firli Bahuri, ke Dewas KPK terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku sudah memberikan klarifikasi kepada Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai laporan dugaan pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri. “Semua hal sudah aku terangkan, termasuk data tambahan yang diperlukan,” kata Boyamin kepada Tempo, Kamis, 2 Juli 2020.

    Boyamin mengatakan, klarifikasi yang diberikan tak jauh berbeda dengan yang selama ini sudah ia sampaikan. “Selebihnya karena klarifikasi bersifat tertutup maka tidak bisa disampaikan secara terbuka.” Ia menunggu langkah Dewan Pengawas selanjutnya mengenai klarifikasi laporan aduan masker, helikopter, dan mobil Alphard.

    MAKI melaporkan Firli mengenai penggunaan mobil Alphard yang dipinjamkan seorang pengusaha saat berada di Palembang.

    Firli juga diadukan dalam kunjungannya ke Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Sabtu, 20 Juni 2020. MAKI menyebut Firli mengunjungi daerah itu untuk berziarah ke makam orang tuanya.

    ADVERTISEMENT

    MAKI menuding Firli tak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak aman ketika berinteraksi dengan anak-anak sekitar. Selain itu, MAKI menuding Firli melanggar kode etik karena menggunakan helikopter untuk menuju Baturaja. Kode etik yang dilanggar, menurut Boyamin, ialah soal larangan bergaya hidup mewah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.