Hakim Vonis Bekas Kepala Kantor Pajak 6,5 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE Jumari berjalan keluar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. Jumari diperiksa sebagai tersangka kasus suap restitusi pajak PT WAE yang menyeret Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Kanwil Jakarta Khusus Yul Dirga. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE Jumari berjalan keluar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. Jumari diperiksa sebagai tersangka kasus suap restitusi pajak PT WAE yang menyeret Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Kanwil Jakarta Khusus Yul Dirga. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing 3 Jakarta Yul Dirga divonis 6 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan dalam kasus suap pajak mobil mewah. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebanyak US$ 32.825 dan Rp 50 juta.

    "Terbukti melanggar sesuai dakwaan kesatu pertama," kata Ketua Majelis Hakim Siraj, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.

    Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Yul Dirga terbukti menerima suap dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga, Darwin Maspolim. PT WAE merupakan perusahaan yang mengimpor mobil merek Range Rover, hingga Jaguar. Darwin telah divonis 3 tahun penjara karena terbukti menyuap.

    Hakim menyatakan Yul Dirga terbukti menerima suap dengan total Rp 1,8 miliar, bersama tiga bawahannya M Naim Fahmi, Hadi Sutrisno dan Jumari.

    ADVERTISEMENT

    Uang itu diberikan agar Yul Dirga dan para bawahannya menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun 2015 dan 2016. Karena suap ini, PT WAE yang sebetulnya masih kekurangan bayar pajak, justru mendapatkan pengembalian kelebihan bayar pajak sebanyak Rp 4,5 miliar untuk 2015 dan Rp 2,7 miliar untuk 2016.

    Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yakni 9 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Atas putusan ini, jaksa maupun Yul Dirga menyatakan pikir-pikir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.