Idham Azis Bicara soal Kapolri Baru: Jangan SMS

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komjen Idham Azis saat dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. TEMPO/Subekti.

    Komjen Idham Azis saat dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis berpesan kepada seluruh anggota Polri agar menjaga solidaritas di internal instansi, khusunya menjelang pergantian Kapolri kelak pada 2021.

    Idham menyebut semua anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk meneruskan jejaknya. Tapi dia mewanti-wanti agar tak menggunakan cara tidak patut dalam meraih posisi Tribrata-1 (TB-1) alias Kapolri.

    "Jangan SMS, senang melihat teman susah, susah melihat teman senang. Biar Tuhan yang memilih. Siapa saja di ruangan ini punya kesempatan yang sama" ujar dia dalam pidato HUT Polri ke-74 di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu, 1 Juli 2020.

    Idham pun meminta seluruh anggota Polri selalu waspada terhadap isu-isu liar ihwal bursa nama Calon Kapolri yang bisa mengendorkan solidaritas internal. Meski, menurut dia, terlalu dini mengkaji isu bursa Calon Kapolri.

    "Ini baru Juli, nanti kalau sudah bulan ber,ber, ber (September-Desember) baru semakin tajam."

    Dalam Upacara HUT Polri ke-74 Presiden Joko Widodo juga meminta Polri memperkuat soliditas internal, memperkuat intergritas dengan TNI, seluruh elemen pemerintah, serta masyaraka dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.