BNPB Catat Jumlah Bencana Semester I 2020 Capai 1.549 Kejadian

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Gunung Merapi yang tengah erupsi pada Ahad, 21 Juni 2020. Foto yang diunggah Twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ini menunjukkan letusan Gunung Merapi dengan tinggi kolom mencapai 6.000 meter. twitter.com/BPPTKG

    Kondisi Gunung Merapi yang tengah erupsi pada Ahad, 21 Juni 2020. Foto yang diunggah Twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ini menunjukkan letusan Gunung Merapi dengan tinggi kolom mencapai 6.000 meter. twitter.com/BPPTKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 1.549 kejadian bencana alam terjadi sejak awal 2020 hingga akhir Juni. Dari total kejadian, bencana hidrometeorologi masih dominan terjadi sepanjang enam bulan terakhir.

    Jumlah ini lebih rendah dibandingkan 2019 yang mencapai 2.229 kali. "Ini berarti mengalami penurunan kejadian sekitar 30,5 persen," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2020.

    Dilihat dari parameter lain seperti jumlah korban meninggal dan hilang, luka-luka, menderita dan mengungsi, serta rumah rusak, Raditya mengatakan juga mengalami tren penurunan. Tercatat korban meninggal dan hilang hingga Juni 2020 adalah 206 jiwa. Adapun pada periode yang sama pada 2019 mencapai 479 jiwa. Persentase penurunan jumlah korban meninggal dan hilang hingga 57 persen.

    Raditya mengatakan dari total 1.549 kali bencana, BNPB mencatat lebih dari 99 persen merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Adapun rinciannya adalah banjir (620 kejadian), puting beliung (425), tanah longsor (330), kebakaran hutan dan lahan (139), gelombang pasang atau abrasi (21), gempa bumi (10), erupsi gunung api (3) dan kekeringan (1).

    "Dilihat dari sebaran kejadian bencana, lima wilayah administrasi dengan kejadian bencana tertinggi yaitu Provinsi Jawa Tengah (332 kejadian), Jawa Barat (290), Jawa Timur (205), Aceh (151) dan Sulawesi Selatan (86)," kata Raditya.

    Kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal 198 jiwa, hilang (8), luka-luka (273) dan mengungsi (2,3 juta). Sedangkan dampak material bencana alam mengakibatkan kerusakan rumah 21.496 unit, peribadatan 430 unit, pendidikan 382 unit, kesehatan 67 unit.

    Raditya mengatakan tingginya jumlah kejadian bencana alam di tanah air menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan semua pihak. Hingga akhir bulan ini, ia menyebut, kejadian banjir masih terjadi di beberapa wilayah seperti di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. "Di sisi lain, BNPB mengimbau semua pihak untuk melakukan upaya kesiapsiagaan dan pencegahan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan," kata dia.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.