Jokowi Bicara Reshuffle, Gerindra Bilang Prabowo Kerja Maksimal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Rapim Kemhan Tahun 2020 juga memamerkan produk - produk Alutsista hasil produksi dari industri dalam negeri baik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Rapim Kemhan Tahun 2020 juga memamerkan produk - produk Alutsista hasil produksi dari industri dalam negeri baik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kader-kadernya yang menjadi menteri bekerja maksimal mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini disampaikan Dasco menanggapi teguran Jokowi kepada para menteri hingga ancaman untuk reshuffle.

    "Sesuai arahan Pak Prabowo kami bekerja maksimal dalam mendukung pemerintah dan juga kerja-kerja taktis yang terbaik yang dilakukan di Kementerian Pertahanan maupun KKP," kata Dasco ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.

    Gerindra memiliki dua menteri di Kabinet Indonesia Maju, yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

    Dasco mengatakan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Ia berujar, Jokowi pula yang berwenang menilai kinerja Prabowo dan Edhy Prabowo selama menjadi menteri. 

    "Biarlah Pak Presiden yang menilai apakah kementerian yang diberikan kepada Gerindra itu mempunyai nilai yang baik atau tidak, itu kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden," ucap Dasco.

    Dasco menganggap teguran Jokowi kepada para menteri menunjukkan sikap lebih tegas. Selain itu, kata dia, Jokowi ingin seluruh kementerian memaksimalkan pengeluaran atau pendistribusian dana Covid-19 yang sudah dianggarkan masing-masing kementerian.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi peringatan keras kepada kabinetnya terkait penanganan Covid-19. Ia bahkan berujar tak segan mengambil langkah luar biasa, termasuk membubarkan lembaga atau merombak kabinet.

    Teguran ini terungkap dari video pernyataan Jokowi dalam rapat paripurna kabinet pada 18 Juni lalu. Video itu diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden pada Ahad kemarin, 28 Juni 2020.

    "Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. sudah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi dalam video tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.