Jokowi: 7 Perusahaan yang Hengkang dari Cina Masuk ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan bahwa tujuh perusahaan yang hengkang dari Cina, sudah masuk ke Indonesia. "Hari ini, saya senang, sudah ada tujuh perusahaan yang masuk. Ini sudah pasti ini," ujar Jokowi via telekonferensi dari Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020.

    Jokowi mengatakan saat ini ada potensi 119 perusahaan yang akan relokasi dari Cina. Tujuh perusahaan dipastikan masuk dan 17 perusahaan sudah berkomitmen besar untuk menyusul.

    Proses masuknya 17 perusahaan ke Indonesia sudah 60 persen. “Saya minta mereka dilayani dan dikejar serta disampaikan fasilitas yang bisa kita berikan kepada mereka," ujar Jokowi.

    Presiden mengingatkan, bahwa ia tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Saat itu, Indonesia hanya gigit jari ketika 33 perusahaan relokasi dari Cina. "Saya tidak mau seperti tahun lalu, ada relokasi 33 perusahaan, kita satu pun gak dapat," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.