Jokowi Ancam Reshuffle, NasDem Yakin Kinerja Menterinya Baik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Partai NasDem, Saan Mustopa mengajak Walikota Bandung, Ridwan Kamil Blusukan ke Karawang, 14 Mei 2017. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak popularitas Ridwan di pelosok Jawa Barat. TEMPO/HISYAM LUTHFIANA

    Ketua DPD Partai NasDem, Saan Mustopa mengajak Walikota Bandung, Ridwan Kamil Blusukan ke Karawang, 14 Mei 2017. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak popularitas Ridwan di pelosok Jawa Barat. TEMPO/HISYAM LUTHFIANA

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai NasDem Saan Mustopa mengatakan reshuffle menjadi urusan prerogatif Presiden Joko Widodo. Ia meyakini Presiden memiliki banyak pertimbangan dan hasil evaluasi terkait kinerja para menterinya.

    "Tapi Presiden perlu juga untuk mendengarkan publik, kan banyak hasil survei," kata Saan kepada wartawan, Senin, 29 Juni 2020.

    Saan mengatakan ada banyak hasil survei terkait kinerja menteri. Ditanya ihwal potensi menteri dari partainya terkena reshuffle, Saan menyerahkan keputusan itu kepada Jokowi.

    Namun, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat ini yakin menteri-menteri dari NasDem berkinerja baik.

    ADVERTISEMENT

    Para menteri dari partai besutan Surya Paloh ini adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

    "Mungkin subjektif ya pandangan kami, cukup baik lah, perform lah kami. Johnny, Bu Siti, Pak Sahrul, itu kinerjanya, performanya, perform lah, bagus," ujar Saan.

    Meski begitu, Saan menegaskan urusan reshuffle adalah kewenangan Presiden. Ia menyebut NasDem menyerahkan hal itu kepada Jokowi. "Presiden yang punya hak untuk reshuffle," kata dia.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi peringatan keras kepada kabinetnya terkait penanganan Covid-19. Ia bahkan berujar tak segan mengambil langkah luar biasa, termasuk membubarkan lembaga atau merombak kabinet.

    Teguran ini terungkap dari video pernyataan Jokowi dalam rapat paripurna kabinet pada 18 Juni lalu. Video itu diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden pada Ahad kemarin, 28 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?