Doni Monardo: 70 Persen Kasus Positif di Indonesia adalah OTG

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. Jokowi turut memantau ruang kerja kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang menyimpan peta densitas sebaran kasus virus Corona di Indonesia. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. Jokowi turut memantau ruang kerja kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang menyimpan peta densitas sebaran kasus virus Corona di Indonesia. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia didominasi oleh orang tanpa gejala (OTG). Karena itu, ia menilai penyebaran virus dari pasien OTG harus benar-benar diwaspadai.

    "Faktanya di negara kita, lebih dari 70 persen, bahkan lebih dari beberapa daerah ada yang mendekati 90 persen mereka yang tidak ada gejala, positif Covid," kata Doni usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020.

    Hal ini, kata Doni, juga berbeda dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyebut bahwa OTG tak beresiko menulari orang lain. Pernyataan WHO ini, menurut Doni, sempat menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Namun belakangan, kata dia, WHO telah memperbaiki pernyataan tersebut.

    "WHO telah merevisi pernyataan mereka. Pernyataan WHO itu sering berubah-ubah terus," kata Doni.

    ADVERTISEMENT

    Doni justru menegaskan bahwa OTG menjadi sosok yang paling beresiko menularkan virus tersebut. Jika tak dikarantina, ia dapat menyebarkan virus kepada siapa saja. Yang paling beresiko, jika ia memaparkannya pada orang dengan penyakit komorbid atau bawaan.

    "Kalau lihat data terakhir, hampir semua kasus yang menimbulkan kematian, 85 persen lebih mereka yang punya komorbid, hipertensi, diabetes, asma, TBC, kanker, dan penyakit lainnya," kata Doni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.