Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah 3 Kali Tegur Keras Menteri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Kepala Staf Kepresiden Moeldoko (kiri) dan Mensesneg Pratikno (kanan) menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 September 2019. Beberapa poin dalam draf revisi UU KPK yang didukung Jokowi di antaranya,  kewenangan menerbitkan SP3, pembentukan Dewan Pengawas KPK dari unsur akademisi atau aktivis anti korupsi yang akan diangkat langsung oleh presiden, ijin penyadapan dari dewan pengawas internal KPK serta status pegawai KPK sebagai aparatur sipil negara. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Kepala Staf Kepresiden Moeldoko (kiri) dan Mensesneg Pratikno (kanan) menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 September 2019. Beberapa poin dalam draf revisi UU KPK yang didukung Jokowi di antaranya, kewenangan menerbitkan SP3, pembentukan Dewan Pengawas KPK dari unsur akademisi atau aktivis anti korupsi yang akan diangkat langsung oleh presiden, ijin penyadapan dari dewan pengawas internal KPK serta status pegawai KPK sebagai aparatur sipil negara. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaKepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyebut dalam enam bulan terakhir Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah tiga kali menegur keras jajaran dan para menteri kabinetnya.

    “Setidaknya dengan segala intonasi dan persentase, ini yang ketiga Presiden (Jokowi) memberikan kata-kata yang lebih keras, lebih kuat, ini lebih keras lagi sekarang,” kata Moeldoko dalam wawancara dengan ANTARA, di kantornya di Gedung Bina Graha, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

    Moeldoko mengatakan, sebelumnya Jokowi sempat memberikan arahan tegas yang menekankan agar para menterinya sigap dalam menghadapi situasi saat ini.

    Jokowi ingin agar menterinya memiliki kepekaan terhadap krisis yang sama dalam menghadapi persoalan yang terjadi di tengah pandemi Covid-19.

    “Dan sebelumnya lebih kuat menekankan lebih sigap menghadapi situasi walau situasi ini juga tidak mudah karena hampir semua negara menghadapi situasi yang sama,” kata Moeldoko.

    Ia mengatakan, Jokowi bukan tidak sekali ini saja menegur keras para menterinya. “Sering. Presiden (Jokowi) menegur, bekerja tidak linear bekerja harus cepat, tepat sasaran sudah berapa kali,” katanya.

    Moeldoko mengatakan, saat ini pemerintah menghadapi berbagai persoalan yang memerlukan terobosan secara di luar kelaziman sebagaimana diinginkan Jokowi.

    “Persoalan data juga, kita menghadapi data baru yang relatif ada masyarakat miskin baru tapi sekali lagi jangan menjadi alasan bagi kami, pembantu presiden untuk lambat,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.