DPR Pertanyakan Tuntutan Tinggi Jaksa untuk Kasus Makar Papua

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa melakukan aksi damai dengan tagar PapuanLivesMatter di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Tujuh mahasiswa Papua tersebut  dituntut hukuman berat di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, atas tuduhan makar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa melakukan aksi damai dengan tagar PapuanLivesMatter di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Tujuh mahasiswa Papua tersebut dituntut hukuman berat di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, atas tuduhan makar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi NasDem, Taufik Basari, mempertanyakan jomplangnya tuntutan dan vonis untuk tujuh tahanan politik Papua yang dijerat pidana kasus makar. “Ini tuntutannya sangat tinggi, tapi kenyataannya putusannya jauh dari tuntutan,” kata Taufik Basari dalam rapat kerja Komisi Hukum DPR bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin, 29 Juni 2020.

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, menjatuhkan vonis 11 dan 10 bulan penjara kepada tujuh terdakwa. Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum mereka 5-17 tahun penjara.

    Taufik mengatakan, jaksa semestinya memberikan tuntutan tidak hanya dari aspek hukum. Tetapi melihat aspek kultural, sosiologis, dan pendekatan di luar hukum lainnya. “Putusan bagus, tapi tuntutan yang sangat tinggi saya khawatir akan menyisakan masalah lain dan jadi PR.”

    Taufik menyarankan kepada Burhanuddin agar penanganan kasus serupa, seperti pengibaran bendera bintang kejora dan kebebasan berekspresi, bisa mencontoh pemikiran Gus Dur bahwa bendera itu sebagai lambang kultural.

    ADVERTISEMENT

    Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan bahwa standar tuntutan jaksa terhadap kasus pidana makar memang tinggi. Setelah adanya vonis ringan dalam kasus tujuh tahanan politik Papua yang disidang di Balikpapan, ia berjanji akan mengkaji kembali standar tuntutan itu. “Ini kan hanya melihat sekian standar-standarnya. Dengan adanya putusan di Balikapapan akan jadi evaluasi buat kami,” kata Burhanuddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.