Jaksa Agung Janji Evaluasi Tuntutan 1 Tahun Penyerang Novel

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette menjalani sidang lanjutan kasus penyiraman air kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan via 'streaming' di PN Jakarta Utara, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020. Sidang lanjutan tersebut kembali berlangsung pada Senin pekan depan dengan agenda pembacaan duplik oleh kuasa hukum terdakwa. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette menjalani sidang lanjutan kasus penyiraman air kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan via 'streaming' di PN Jakarta Utara, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020. Sidang lanjutan tersebut kembali berlangsung pada Senin pekan depan dengan agenda pembacaan duplik oleh kuasa hukum terdakwa. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan akan mengevaluasi tuntutan 1 tahun kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

    “Nanti akan kami evaluasi juga kenapa jaksa sampai menuntut demikian,” kata Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi Hukum DPR, Senin, 29 Juni 2020.

    Burhanuddin mengatakan, jaksa biasanya menuntut berdasarkan fakta-fakta di persidangan. Jika sudah ada putusan oleh hakim, Burhanuddin mengaku akan mengevaluasi tuntutan jaksa terhadap para pelaku.

    “Kalau nanti jomplang, berarti ada sesuatu. Tapi kalau ada balance, pertimbangan jaksa juga dipakai dalam pertimbangan hakim. Kita akan melihat hasil putusannya, dan pasti kami evaluasi,” kata dia.

    Dalam persidangan pada Kamis, 11 Juni 2020, Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menuntut kedua terdakwa penyerangan terhadap Novel dengan hukuman 1 tahun penjara. Jaksa menganggap keduanya tak sengaja menyiram air keras ke wajah Novel.

    Sejumlah anggota Komisi Hukum DPR pun mempertanyakan tuntutan ringan jaksa yang seolah-olah membela pelaku. “Agak aneh menurut saya. Ini penting buat Jaksa Agung untuk tunjukkan ke publik bahwa penegakan hukum bisa dipercaya dan kualitas dari tuntutan mumpuni,” kata Taufik Basari, anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi NasDem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.