Fraksi PAN DPR: Wajar Jokowi Marah atas Kinerja Menteri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka meninjau persiapan prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Kamis, 25 Juni 2020. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka meninjau persiapan prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Kamis, 25 Juni 2020. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Saleh Partaonan Daulay menilai Presiden Joko Widodo sungguh-sungguh marah dan kecewa atas kinerja para pembantunya. "Yang disampaikan Presiden itu menurut saya adalah benar. Sangat wajar dan tepat jika Presiden marah," kata Saleh kepada wartawan, Senin, 29 Juni 2020 tentang video pidato Jokowi dalam sidang paripurna kabinet pada 18 Juni lalu yang diunggah kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Ahad, 28 Juni 2020.

    Saleh mengatakan tugas presiden adalah mengevaluasi kinerja para pembantunya. Jika ada yang tak memuaskan, presiden yang berhak memberikan teguran dan peringatan.

    "Presiden sudah menyebut akan melakukan apa pun termasuk reshuffle. Berarti Presiden sudah merasakan ada yang tidak beres dalam kabinetnya," kata Saleh.

    Evaluasi dan perombakan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Perombakan bisa dilakukan kapan saja jika presiden menilai langkah itu perlu dilakukan. "Tidak ada yang bisa menghalangi."

    Dalam video yang dirilis Sekretariat Presiden itu, Presiden Jokowi meminta kabinetnya agar bekerja lebih keras dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan ia mengatakan langkah luar biasa akan ditempuh, termasuk merombak kabinet.

    "Langkah apapun langkah yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi.

    Dalam pembukaan rapat itu, Jokowi menyatakan bahwa jajaran kabinetnya belum memiliki satu perasaan yang sama, yakni saat ini situasi tengah krisis. Nada suara mantan Gubernur DKI Jakarta itu terdengar meninggi. "Kalau saya lihat Bapak, Ibu, dan saudara-saudara masih ada yang melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali," kata Jokowi.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.