Anggaran Pembinaan Pesantren Naik Jadi Rp 2,3 Triliun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi meminta maaf kepada DPR karena mengambil keputusan sepihak terkait pembatalan haji tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi meminta maaf kepada DPR karena mengambil keputusan sepihak terkait pembatalan haji tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi mengalokasikan anggaran bantuan operasional (BOP) bagi pondok pesantren menjadi Rp 2,3 triliun pada 2021. “Kami mengusulkan dan sudah disetujui Komisi VIII DPR, BOP pesantren naik,” kata Fachrul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Setiap tahun, anggaran pembinaan pesantren hanya berkisar Rp 500 miliar. Untuk mempersiapkan pesantren tetap produktif dan aman dari Covid-19, Fachrul pun mengusulkan kenaikan menjadi Rp 2,3 triliun.

    Selain BOP, Kemenag juga memberikan beasiswa kuliah bagi santri berprestasi. Saat ini, Kemenag membina 767 santri yang sedang kuliah dengan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Tahun depan, akan dialokasikan kembali beasiswa untuk 250 santri.

    “Tidak kurang Rp 36 miliar akan dialokasikan untuk mengafirmasi akses para santri kuliah di perguruan tinggi terbaik," ujarnya.

    Kemenag, kata Fahcrul, juga bekerja sama dengan Layanan Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memberi beasiswa S2 dan S3 kepada santri, baik di dalam maupun luar negeri. Setiap tahun ada 100 hingga 150 santri yang mendapatkan beasiswa tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.