Dicap Radikal Oleh Alumni ITB, Din Syamsuddin: Saya Hanya Ketawa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, memberi keterangan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam membahas pengunduran diri sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, memberi keterangan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam membahas pengunduran diri sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, JakartaDin Syamsuddin mengaku tak ambil pusing dengan sejumlah tuduhan dari alumni almamaternya yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok Gerakan Anti Radikalisme - Alumni Institut Teknologi Bandung.

    Kelompok ini mendesak Din dicopot dari Majelis Wali Amanat ITB karena sejumlah pernyataan, sikap, serta sepak terjang Din Syamsuddin selama satu tahun terakhir.

    Salah satunya, Din dianggap memiliki tendensi untuk mudah melontarkan pernyataan agitatif kepada masyarakat yang berpotensi menimbulkan konflik; cenderung berkarakter radikal; dan ditengarai memiliki antipati tertentu terhadap figur Presiden Jokowi.

    "Saya hanya bisa tertawa, karena cara yang ditempuh oleh kelompok yang menuduh saya radikal adalah cara radikal itu sendiri. Jadi ibarat seseorang yang menelunjukan jari, satu ke depan tapi tiga jari mengarah kepada diri mereka sendiri, hehehe," ujar Din saat dihubungi Tempo, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Din menyebut, dia tidak akan gentar dengan berbagai desakan. "Tidak betul saya tunduk pada desakan apalagi yang tidak memiliki hak dan kewenangan. Kesimpulan itu manipulatif. Itu saja. Maaf ya, saya sedang pimpin rapat," ujar Din saat dihubungi terpisah.

    Menurut Din, lebih banyak alumni ITB yang mendukungnya untuk mempertahankan sikap berlaku kritis terhadap pemerintah. "Tapi saya sudah larang kelompok pendukung yang jauh lebih banyak untuk tidak usah menanggapi kecuali secara akademik," ujar tokoh Muhammadiyah ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.