Jenazah Prajurit TNI Rama Wahyudi Akan Tiba 2 Juli dari Kongo

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo

    Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayor Jenderal Victor H. Simatupang mengatakan jenazah prajurit TNI Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi sedang dalam proses pemulangan. "Diperkirakan 1 Juli 2020 jenazah akan diberangkatkan ke tanah air dengan menggunakan pesawat Qatar Air atau Euthopia Air. Kemungkinan jenazah akan tiba tanggal 2 Juli 2020," kata Victor dikutip dari laman resmi TNI, Jumat, 26 Juni 2020.

    Rama adalah personel Satuan Tugas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang gugur karena ditembak oleh milisi bersenjata saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kongo.

    Saat ini jenazah memasuki tahap pemeriksaan Covid-19 dan akan diterbangkan ke Rumah Sakit PBB di Uganda untuk diotopsi dan proses administrasi. Victor menuturkan jenazah Wahyudi akan dimakamkan di Pekanbaru sesuai permintaan keluarga.

    Akan halnya kondisi Prajurit Satu (Pratu) M. Syafii Makbul yang luka sobek akibat serpihan tembakan dan pecahan kaca, diharapkan bisa segera pulih kembali. Saat ini ia tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit PBB di Goma.

    Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi menyesalkan penyerangan yang terjadi kepada prajurit TNI di Kongo. Kejadian itu amat tidak diharapkan karena mereka bertugas sebagai penjaga perdamaian PBB. "Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penugasan berikutnya khususnya dalam hal pengamanan," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.