Yurianto Sebut 3 Titik Potensi Tertular Covid-19 saat New Normal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka meninjau persiapan prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Kamis, 25 Juni 2020. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka meninjau persiapan prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Kamis, 25 Juni 2020. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat sebaran baru Covid-19 di era new normal.

    “Para ahli mulai melakukan riset bahwa di era adaptasi kebiasaan baru ada beberapa titik berpotensi bisa menjadi tempat sebaran baru,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Jumat, 26 Juni 2020.

    Titik pertama adalah ruang kantor. Yurianto mengatakan, orang yang berada di ruangan kantor harus bisa menjaga jarak minimal 1,5 meter. Jika tidak, ada peluang terjadinya penularan Covid-19. “Menjaga jarak dan tetap menggunakan masker sepanjang berada di ruang pekerjaan menjadi sesuatu yang mutlak,” katanya.

    Di ruangan kantor, kata Yurianto, ventilasi dan sirkulasi udara juga penting. Ia mengingatkan agar penggunaan pendingin udara (AC) tidak sepanjang waktu. Misalnya, bisa dimulai pada jam tertentu dan diupayakan udara diganti dengan udara segar dari luar.

    Titik kedua yang berpotensi terjadi penularan Covid-19 adalah rumah makan atau restoran. Menurut Yurianto, banyak orang dihadapkan dengan kepentingan yang sama di waktu yang relatif bersamaan. Contohnya adalah jam makan siang.

    Saat waktu makan siang, Yurianto mengingatkan agar kapasitas pengunjung di rumah makan dibatasi. Ia juga menemukan masih ada pengunjung yang tidak disiplin. “Tidak bisa dijaga untuk lebih dari 1,5 meter,” kata dia.

    Titik ketiga adalah transportasi massal. Yurianto mengatakan, pemerintah sudah mengantisipasi moda transportasi komuter dengan membagi beban penumpang pada dua waktu yang berbeda.

    Ia menyebutkan, pemerinta sudah mengatur agar membagi jam mulai bekerja di dua gelombang, yaitu pukul 07.00-07.30 dan 10.00-10.30. “Ini dimaksudkan untuk memastikan kapasitas komuter bisa diisi dengan memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak,” ujar Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.